jump to navigation

Manajemen Operasi [12] December 5, 2008

Posted by desrinda in Manajemen Operasi.
add a comment

Di awal kelas, Pak Yadrifil menyampaikan mengenai risk management. Tahap-tahapnya: Risk identification => risk assesment => risk response => risk control.

Dalam project management, manajemen resiko ini harus ditetapkan mengingat ada 4 pilar yang harus menjadi patokan dalam pelaksanaan, yaitu: TIME + COST + PERFORMANCE + EHS (environment, health, safety).

Masuk ke topik mengenai production planning, dibahas secara mendetail mengenai MPS (master production schedule) agar dapat memenuhi persyaratan biaya terendah (lowest production cost) untuk mencapai target sesuai dengan keinginan pelanggan (customer satisfaction).

Terkadang permintaan tidak selalu sama jumlahnya dalam suatu periode, untuk itulah perlu diperhitungkan jumlah produksi yang sesuai dengan jumlah permintaan, dengan memperhitungkan jumlah persediaan awal (yang tersedia) dan persediaan akhir (yang diharapkan).

Empat langkah dasar proses MRP:
1. Netting = perhitungan jumlah kebutuhan bersih.
2. Lotting = penentuan lot size.
3. Offsetting = penentuan waktu pemesanan material.
4. Exploding = pemecahan detail produksi berdasarkan product tree.

Manajemen Operasi [11] December 5, 2008

Posted by desrinda in Manajemen Operasi.
add a comment

Kuliah kali itu diisi dengan quiz mengenai VA/VE, SCM, WMS, strategic planning. Hasilnya? Rasanya sih nilai saya akan “ancur abis”. Kurang sekali menghapal teori-teori manajemen yang telah dipelajari. Akibatnya, 10 soal teori dan 4 soal menghitung itu tidak ada satu pun yang saya jawab dengan benar sepenuhnya.

Contohnya, pada bagian pertanyaan “backward/forward”. Karena quiz-nya open book, saya menjawab berdasarkan buku Chase halaman 665:

Backward scheduling = Making schedule starts from some date in the future (possibly a due date) and scheduling the requires operations in reverse sequence.

Forward scheduling = The situation in which the system takes an order and then schedules each operation that must be completed forward in time.

Padahal yang dimaksud ternyata adalah:

Backward integration = Membuat sendiri produk yang selama ini dibeli dari pemasok, contoh: Ford membuat sendiri radio mobil.

Forward integration = Menggunakan produk yang biasanya dijual menjadi material untuk dijadikan hasil produksi berikutnya, contoh: Texas Instruments, produsen IC yang juga membuat kalkulator dan komputer dengan IC.

*keluh*

Manajemen Operasi [10] November 21, 2008

Posted by desrinda in Manajemen Operasi.
add a comment

Pak Yadrifil mengawali kuliah dengan mengulang sedikit pelajaran minggu sebelumnya mengenai WMS (warehouse management system). Ada integrasi sistem informasi antara manajemen permintaan, ketersediaan barang, dan pengaturan jadwal pengiriman (bisa dipantau melalui order tracking).

Penerapan sistem terpadu di atas akan sangat membantu efisiensi operasi. Contohnya Dell (perusahaan manufaktur komputer) yang menjalankan vendor management untuk mengurangi waktu pengiriman sehingga tetap singkat walaupun produknya dibuat dengan make-to-order manufacturing strategy.

Contoh lain adalah pola pengiriman barang dari P&G ke Walmart. Jika stock di toko-toko sudah mulai menipis, barulah sistem menginformasikan agar segera dikirim ke Walmart distribution center.

Alur pengiriman informasi yang terintegrasi dengan sistem-sistem lain meliputi MRP dan ERP.

PRODUCT DEVELOPMENT PROCESS (Michael Schrage – MIT): Idea generation => idea screening => business analysis => prototype development => marketing test => commercialization.

Pelajaran masuk ke Chapter 11, buku Chase: STRATEGIC CAPACITY MANAGEMENT. Polanya capacity expansion ada 4 macam: Capacity lead (peningkatan kapasitas mendahului pertumbuhan permintaan), capacity lag (peningkatan kapasitas selalu tertinggal dari pertumbuhan permintaan), average capacity, incremental versus one-step expansion.

Istilah baru, [capacity utilization rate] = [capacity used] : [best operating level].

Capacity cushion = capacity in excess of expected demand.

Capacity planning tergantung pada tahapan-tahapan produksi, ada unbalanced stages of production (ada yang kapasitasnya menyebabkan suatu proses menjadi bottle neck, sehingga perlu ditingkatkan melalui lembur atau outsourcing dll) dan ada balanced stages of production.

Penambahan kapasitas yang terlalu sering (too frequent capacity upgrade) akan menaikkan biaya karena: Adanya kemungkinan penambahan alat-alat baru, atau ada fasilitas yang menjadi tidak terpakai dengan adanya yang baru, atau perlunya pelatihan untuk menjalankan alat-alat yang baru ditambah, dll.

Determining capacity requirement dilakukan melalui perhitungan kapasitas produksi dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.

DECISION TREE PROBLEM

Bisa digunakan format “pohon bercabang-cabang” dalam pengambilan keputusan. Contoh aplikasinya saya temukan di website-nya JE Beasley.

decision-tree

>TUGAS<
Untuk dikumpulkan pada tanggal 13 Desember 2008 (kalau minggu depan mah bakalan ada kuis lho…):

Group assignment (ada lima kelompok dalam kelas kami) diambil dari halaman 105-107, 131-133, 178-179, 224-225, 285-287.

Individual assignment (membuat case study dari salah satu topik di bawah ini):
1. e-SCM yang menerapkan value analysis, atau RFID dll yang diterapkan di Indonesia.
2. Product development.
3. Strategic capacity management.
4. e-auction.
5. e-procurement.

Manajemen Operasi [9] November 15, 2008

Posted by desrinda in Manajemen Operasi.
1 comment so far

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)

Software yang pertama diperkenalkan untuk mengintegrasikan bagian-bagian proses dalam perusahaan melalui sharing and organizing information and data adalah SAP (www.mysap.com).

Bentuknya yang berupa web enabled modules memungkinkan perusahaan berkolaborasi dengan sistem SCM melalui SAP.

Distribusi/logistik = pemindahan produk atau material antara beberapa lokasi. Transportasi adalah nama proses pemindahannya, bagian dari keseluruhan pekerjaan distribusi.

Manajemen distribusi = pengaturan material dan produk pada tempat penerimaan, penyimpanan (store), packaging, dan pengiriman (shipment) pesanan.

Distribution center = tempat menerima, menangani, menyimpan, mengepak, labelling, dan mengirim produk.

Sistem desentralisasi (PULL SYSTEM): Setiap distribution center bisa menentukan apa dan kapan pemesanan barang, dan kapan melakukan pemesanan ke central supply. Mengurangi biaya komunkias dan koordinasi, namun dapat membahayakan kondisi inventory, customer service, dan factory schedule. Sistem pemesanannya bisa order point atau periodic review system.

Sistem sentralisasi (PUSH SYSTEM): Semua peramalan permintaan, perencanaan dan keputusan pemesanan dilakukan secara terpusat oleh central supply.

DRP (Distribution Requirement Planning) mengkoordinasikan antara beberapa distribution center dengan central supply mengenai pemesanan dan pengiriman.

Dari sekian banyak moda transportasi, pemilihannya berdasarkan product density shipping cost comparison.

Product development performance didasarkan atas:
– time to market
– productivity (output compares to input)
– quality

Design for Manufacturability
Traditional approach: “We design it, you build it.” or “Over the wall.”
Concurrent engineering: “Let’s work together simultaneously.”

Contoh kasus: Atari (http://en.wikipedia.org/wiki/Atari) tadinya adalah perusahaan market leader dalam bidang industri portable game (video game console) yang ambruk karena gagalnya kerja sama antara marketing dan engineering, ditambah banyaknya tenaga ahli yang dibajak perusahaan kompetitornya.

Nilai Dasar (Basic Value) = Performance : Cost

Ilmu baru yang sangat menarik: HOUSE OF QUALITY (designing for the customer).

traditionalhoq

Manajemen Operasi [8] November 9, 2008

Posted by desrinda in Manajemen Operasi.
add a comment

Masih melanjutkan tentang SCM. Pengenalan WMS = warehouse management system. Been applied one back there at Maersk; USD 10,000 per year for maintenance fee was just not worth it.

Manajemen Operasi [7] October 26, 2008

Posted by desrinda in Manajemen Operasi.
add a comment

Pak Yadrifil menjelaskan PPIC Game 2006 (introduction to role game simulation) untuk mempelajari cara menganalisa proses operasi produksi. Yang diperhitungkan adalah cost, lead time, inventory. Selalu ada penalty jika keterlambatan pengiriman, namun harus dihindari juga penumpukan persediaan untuk meminimalisasi inventory cost.

Kuliah diakhiri dengan penjelasan prinsip-prinsip dasar SCM (supply chain management) yang ternyata memiliki lingkup tanggung jawab yang lebih luas daripada proses logistik, walaupun sering disebut sama dalam beberapa perusahaan.

Pengumpulan tugas individual (mengenai service process) sekaligus presentasi tugas kelompok akan dilaksanakan pada saat UTS. Saya di kelompok 2 bareng Pak Cecep/Chandra/Dhedhi/Edwin dan Bu Dyah/Dini.

Manajemen Operasi [6] October 17, 2008

Posted by desrinda in Manajemen Operasi.
add a comment

Pak Yadrifil menghabiskan bahan pelajaran mengenai Critical Path Analysis (Ch.3 buku Chase, exhibit 3.9-3.11). Setelah itu, sesuai dengan janjinya, beliau membagikan soal-soal kuis.

BAGIAN I (5 soal mengenai teori, berbobot masing-masing 8 point)

1.
Sebutkan 4 s/d 7 jenis transformasi pada sistem produksi dalam bentuk tabel SIRTO (System, Input, Resources, Transformation, Output) disertai contohnya masing-masing.
Jawab:
Ini mah kudu inget jenis-jenis transformasi yang dibagi-bagi menjadi PLESPPI = physical, location, exchange, storage, physiological, psychological, information.

2.
a) Sebutkan 3 s/d 4 pilar proyek yang merupakan project objectives/targets perusahaan.
b) Sebutkan juga 7 s/d 12 project aspects yang berisiko bagi pencapaian project objectives/targets tsb.
Jawab:
a) Time, cost, performance, EHS
b) Banyak nih, misalnya kekurangan supply material.

3.
Identifikasikan tahap-tahap yang merupakan proses value added maupun non-value added yang merupakan pemborosan (waste) yang biasa terjadi pada suatu kegiatan batch production.
Jawab:
I wish that I had read this earlier from our reference, sayang sekali nggak bisa menjabarkan dengan benar proses yang terdiri queue, inspection, setup, run dst.

4.
Definisikan kapan dimulai dan diakhirinya 8 s/d 10 proses (business process) berikut, sehingga berdasarkan identifikasi tersebut kita akan bisa menganalisa dan meningkatkan added value atau performance business proses tersebut.
Jawab:
- Customer service = customer arrival until departure
– Product development = research until launch
– Manufacturing = production planning until delivery
– etc.

5.
Sebutkan 5 dimensi dari kebutuhan customer (sesuai dengan buku Chase).
Jawab:
– Flexibility
– Cost (price)
– Quality
– Delivery
trus apa ya satu lagi tadi?

BAGIAN II (3 soal perhitungan, berbobot masing-masing 20 point)

1. Mengenai multistage process, harus menghitung output per hari dari keseluruhan proses, efisiensi proses berdasarkan output rate, throughput time, dan output per hari dari salah satu prosesnya.

2. Mengenai antrian pada proses teller dalam case study Bank BNI, yang ditanyakan adalah:
– Berapa output maksimum pada periode tersebut?
– Dapatkah bank memproses seluruh nasabah pada akhir periode?
– Berapa waktu tunggu maksimum untuk nasabah?
– Pada periode waktu mana waktu tunggu maksimum terjadi?

3. Wah, soal terakhir ini mah gile bener…sebenarnya sederhana, hanya menggambarkan AON (activity on node) kegiatan sehari-hari sepasang suami istri. Berhubung sekelas tidak ada yang menyelesaikannya, maka dijadikan PR untuk dikumpulkan pada minggu berikutnya.

Activity List Getting The Brady’s To Work   
Performed by Mr. Brady:
1. Alarm goes off
2. Get up, shut off alarm, turn up heat
3. Return to bed until wife finishes showering
4. Get up, shower, and shave
5. Get dressed
6. Prepare breakfast
7. Eat breakfast
8. Brush teeth
9. Put on tie and coat
10. Pick up briefcase, hat, and lunch
11. Warm up the car and get it out of garage
12. Leave for work with wife

Performed by Mrs. Brady:  
13. Get up, shower
14. Blow-dry and comb hair
15. Apply makeup
16. Get dressed
17. Straighten up bedroom
18. Feed the parrot
19. Eat breakfast
20. Prepare and pack the lunches
21. Brush teeth
22. Put on lipstick
23. Turn down heat, and pick up lunch
24. Lock front door
25. Get into car to go to work

Kenapa saya jawabannya bisa ngaco sih? Udah keburu mumet kali ya?

Manajemen Operasi [5] October 12, 2008

Posted by desrinda in Manajemen Operasi.
add a comment

Project Analysis & Network  Diagram => Chapter 3 dari bukunya Chase. Must not forget, there will be a quiz on this class…next week (October 17, 2008).

Manajemen Operasi [4] September 28, 2008

Posted by desrinda in Manajemen Operasi.
add a comment

SERVICE PROCESS DESIGN

Characteristic of product of service industry:
– Intangible (can be seen, touched or felt)
– Perishable (cant be stored in inventory)
– Inseparable (produced and consumed continuously)
– Variable (quality depends on who provides it and when it’s provide)

e.g. Hotel, airlines.

Important points:
1. Customer contact (physical presence of customer in the system)
2. Creation of the service (facilitating, work process involved in providing the service itself)
3. Degree of customer contact and characteristics (low or high degree)

THE SERVICE TRIANGLE
Main elements of service organization:
1. Who is your customer?
2. Service concept: What makes it different from others?
3. Service strategy (package and operating focus) => physical goods (facilitating goods e.g. restaurant appearance), sensual service (explicit goods e.g. hospitality), psychological goods (implicit goods e.g. sense of comfort)
4. Service delivery system (actual process, staff and facilities by which the service is created)

Tugas:
Deskripsikan empat elemen dari service design di organisasi masing-masing. Sebagai tugas perorangan, dikumpulkan tanggal 11 Oktober 2008. Salah satu akan dipilih untuk dipresentasikan sebagai tugas kelompok pada saat UTS (31 Oktober 2008).

PR yang lain diambil dari Bab 5 (no. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 ) dan Bab 6 (no. 4, 7, 8, 10, 11).

Bahan Quiz (18 Oktober 2008):
Bab 1, 5, 6, 7 buku Operations Management For Competitive Advantage; Chase et.al, McGraw-Hill; 11th Ed., 2007.

Bukunya bisa dibeli di:
McGraw Hill Education Indonesia
Grand Butik Center Blok D65
Jl. Mangga Dua Raya, Jakarta 14430
021 6011963, 6011973
mghindo@mcgraw-hill.co.id

Manajemen Operasi [3] September 21, 2008

Posted by desrinda in Manajemen Operasi.
1 comment so far

Manufacturing Process Selection and Design

Strategies to manage lead time:
1. Engineer-to-Order(ETO)
Design => Lead Time (Purchasing => Manufacture => Assemble => Ship)

2. Make-to-Order (MTO)
Inventory => Lead Time (Manufacture => Assemble => Ship)

3. Assemble-to-Order (ATO)
Manufacture => Inventory => Lead Time (Assemble => Ship)

4. Make-to-Stock (MTS)
Manufacture => Assemble => Inventory => Lead Time (Ship)

Terminologi Proses Bertahap:
1.Tertahan (blocking) –Aktivitas tahap berikutnya berhenti karena kekurangan kapasitas.
2.Kekosongan (starving) –Aktivitas tahap berikutnya berhenti karena kekurangan aktivitas yang akan dikerjakan.
3.Penyangga (buffer) –Penyimpanan antar tahap proses, agar tahap proses tersebut independen terhadap proses sebelumnya.
4.Bottleneck –Tahap proses yang membatasi kapasitas, karena output proses sebelumnya lebih besar.

Untuk mengoptimalkan proses, seringkali harus dibuat stock WIP (= work in process, barang setengah jadi) sebagai buffer.

Definisi-definisi mengenai Process Performances:
Run time = Batch size x time/unit
Operation time = Setup time + run time
Throughput time = Queue time + operation time
Cycle time = Average time between completion of unit
Velocity = Throughput Time : value added time
Efficiency = Throughput rate : standards
Productivity = Throughput rate : input
Utilization = Time activated : time available

Little’s Law: Throughput time= WIP : Throughput rate

Untuk midtest (31 Oktober 2008), sekelas akan dibagi enam kelompok. Setiap anggota kelompok diwajibkan membuat evaluasi proses produksi (barang maupun jasa) sesuai pelajaran yang telah diterima, lalu memilih salah satunya untuk dipresentasikan di depan kelas (untuk mendapatkan penilaian kelompok).

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.