jump to navigation

Suka Duka UTS Semester Pertama November 2, 2008

Posted by desrinda in Akademis, Umum.
trackback

Akhir pekan, 31 Oktober – 1 November 2008, diwarnai dengan kehebohan kami sekelas menghadapi midtest. Dari enam mata kuliah, sebenarnya hanya tiga yang ujian tertulis, yaitu: Ekonomi Teknik, Organisasi Industri, Statistik Industri.

Teknik Kuantitatif baru akan ujian minggu berikutnya (7 November 2008). Tidak ada ujian tertulis untuk Berpikir Sistem, nilai UTS diambil dari pengumpulan soft copy tugas analisa beer game via e-mail. Pak Yadrifil mengambil nilai untuk Manajemen Operasi dari presentasi kelompok dan pengumpulan tugas individu (service industry analysis) dalam bentuk CD.

Dan ternyata sebagian besar dari kami tidak sepenuhnya siap menghadapi UTS ini. Sejak Rabu sebelumnya, saya hanya tidur 2-3 jam per hari untuk membuat contekan bakal open sheet, latihan soal, dan mengerjakan tugas-tugas. Mestinya sih tidak perlu begitu, seandainya saya mempersiapkan diri lebih awal.

Buku panduan mahasiswa baru UI menuliskan bahwa 1 SKS berarti:
1) Kegiatan tatap muka terjadwal dalam kelas antara mahasiswa dan dosen selama 50 menit.
2) Kegiatan akademik terstruktur di luar kelas, yaitu responsi/asistensi selama 60 menit yang direncanakan oleh dosen dan berkaitan dengan kegiatan tatap muka.
3) Kegiatan belajar mandiri selama 60 menit untuk mendalami bahan kuliah yang telah diperoleh.

Misalnya untuk mata kuliah paling “berat”, Teknik Kuantitatif = 3 SKS. Untuk pelajaran ini, saya seharusnya:
1) Ikut kuliah seminggu sekali selama 3 x 50 menit = 2,5 jam.
2) Mendapatkan asistensi selama 3 x 60 menit = 3 jam per minggu.
3) Belajar sendiri selama 3 x 60 menit = 3 jam per minggu untuk mendalami teori, latihan soal, dll.

Total 13 SKS saya ambil di semester pertama ini, seharusnya saya menyediakan waktu 13 x 60 menit (13 jam) untuk asistensi, 13 x 60 menit (13 jam) untuk belajar mandiri, selain 5 jam (setiap Jumat) dan 8 jam (setiap Sabtu) ketemu dosen di kampus.

Tidak banyak juga, sebenarnya. Hanya 39 jam dari 24 x 7 = 168 jam (23%) dari total waktu yang saya punya dalam seminggu. Kenyataannya, di luar 13 jam di kampus itu, seringkali saya sudah terlalu lelah (atau lupa) meluangkan waktu untuk pelajaran-pelajaran semester ini. Pekerjaan kantor yang deadline-nya terus memburu, project yang kejar target, dan saya masih merasa harus punya cukup waktu juga buat keluarga.

Seorang senior saya, Bang Andi (alumni Elektro UI’75) pernah mengomentari, “Des, elo nggak bisa dapet semua. Kalau masih mau kuliah juga, mendingan kerjaan dilepas aja deh…”

Is that so?

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: