jump to navigation

Manajemen Operasi [10] November 21, 2008

Posted by desrinda in Manajemen Operasi.
trackback

Pak Yadrifil mengawali kuliah dengan mengulang sedikit pelajaran minggu sebelumnya mengenai WMS (warehouse management system). Ada integrasi sistem informasi antara manajemen permintaan, ketersediaan barang, dan pengaturan jadwal pengiriman (bisa dipantau melalui order tracking).

Penerapan sistem terpadu di atas akan sangat membantu efisiensi operasi. Contohnya Dell (perusahaan manufaktur komputer) yang menjalankan vendor management untuk mengurangi waktu pengiriman sehingga tetap singkat walaupun produknya dibuat dengan make-to-order manufacturing strategy.

Contoh lain adalah pola pengiriman barang dari P&G ke Walmart. Jika stock di toko-toko sudah mulai menipis, barulah sistem menginformasikan agar segera dikirim ke Walmart distribution center.

Alur pengiriman informasi yang terintegrasi dengan sistem-sistem lain meliputi MRP dan ERP.

PRODUCT DEVELOPMENT PROCESS (Michael Schrage – MIT): Idea generation => idea screening => business analysis => prototype development => marketing test => commercialization.

Pelajaran masuk ke Chapter 11, buku Chase: STRATEGIC CAPACITY MANAGEMENT. Polanya capacity expansion ada 4 macam: Capacity lead (peningkatan kapasitas mendahului pertumbuhan permintaan), capacity lag (peningkatan kapasitas selalu tertinggal dari pertumbuhan permintaan), average capacity, incremental versus one-step expansion.

Istilah baru, [capacity utilization rate] = [capacity used] : [best operating level].

Capacity cushion = capacity in excess of expected demand.

Capacity planning tergantung pada tahapan-tahapan produksi, ada unbalanced stages of production (ada yang kapasitasnya menyebabkan suatu proses menjadi bottle neck, sehingga perlu ditingkatkan melalui lembur atau outsourcing dll) dan ada balanced stages of production.

Penambahan kapasitas yang terlalu sering (too frequent capacity upgrade) akan menaikkan biaya karena: Adanya kemungkinan penambahan alat-alat baru, atau ada fasilitas yang menjadi tidak terpakai dengan adanya yang baru, atau perlunya pelatihan untuk menjalankan alat-alat yang baru ditambah, dll.

Determining capacity requirement dilakukan melalui perhitungan kapasitas produksi dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.

DECISION TREE PROBLEM

Bisa digunakan format “pohon bercabang-cabang” dalam pengambilan keputusan. Contoh aplikasinya saya temukan di website-nya JE Beasley.

decision-tree

>TUGAS<
Untuk dikumpulkan pada tanggal 13 Desember 2008 (kalau minggu depan mah bakalan ada kuis lho…):

Group assignment (ada lima kelompok dalam kelas kami) diambil dari halaman 105-107, 131-133, 178-179, 224-225, 285-287.

Individual assignment (membuat case study dari salah satu topik di bawah ini):
1. e-SCM yang menerapkan value analysis, atau RFID dll yang diterapkan di Indonesia.
2. Product development.
3. Strategic capacity management.
4. e-auction.
5. e-procurement.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: